Arsip

Archive for Januari, 2011

Cara Memasang Facebook Like Box Di WordPress


Membuat halaman penggemar atau suka di facebook kadang diperlukan untuk memperkenalkan berbagai hal seperti produk, tempat, bisnis, organisasi, hiburan, dll. Orang lain dapat menjadi anggota atau penggemar dari halaman tersebut cukup dengan mengklik tombol suka/like, kemudian masuk (login) ke akun facebooknya. Penggemar halaman tersebut dapat berinteraksi dan mengirimkan berbagai informasi kepada penggemar lainnya.

Berikut ini langkah membuat halaman penggemar di facebook:
Langkah – langkahnya adalah..

1. Buka situs ini http://www.facebook.com/pages/create.php
Maka akan muncul halaman,,seperti gambar di bawah ini..

2. Pilih ”Merek atau produk”,,maka akan tampak,,gambar seperti dibawah ini.. Baca selanjutnya…

Sejarah Jepang


Perubahan yang krusial atas Jepang dimulai pada tahun 1603. Pada saat itu, Ieyasu yang telah berhasil menyatukan seluruh Jepang, membangun kekaisarannya di Edo, sekarang dikenal dengan Tokyo. Ieyasu mencoba membangun setiap aspek di negara ini sehingga negara ini mampu berdiri sendiri tanpa bantuan dari negara lain. Hasil dari politik yang dilakukan Ieyasu ini kemudian dimanfaatkan oleh Kekaisaran Tokugawa pada tahun 1639 dengan lahirnya Politik Isolasi. Latar belakang dari lahirnya Politik Isolasi ini banyaknya misionaris Kristen yang datang menyebarkan Agama Kristen. Berkembangnya Agama Kristen akan menjadi mimpi buruk bagi kekaisaran, oleh sebab itu Kaisar mengambil langkah untuk tidak berhubungan dengan negara asing, kecuali dengan Pedagang-Pedagang Belanda yang dinilai menguntungkan. Itu pun hanya dilakukan di satu tempat, yaitu di Pulau Dejima, Nagasaki.

Politik Isolasi ini bertahan lebih dari 200 tahun sampai pada tahun 1853, Komodor Perry dari angkatan laut Amerika Serikat dengan 4 buah kapalnya memaksa Jepang untuk membuka diri kembali terhadap dunia luar. Baca selanjutnya…

Sejarah Singkat Jepang


Sejarah Jepang bermula dari jaman Jomon + 10750 tahun sebelum masehi
berlanjut dengan jaman Yayoi (BC 300 – AD 300), jaman Nara (abad ke-7
– abad ke-8), jaman Heian (abad ke-9 s.d. abad ke-12) Kamakuro (abad
ke-12 s.d. abad ke-14), Muromachi (abad ke-14 s.d. abad ke-16) Azuchi-
Momoyama (abad ke-15 s.d. abad ke-16), jaman Edo (abad ke-16 s.d. abad
ke-19), Meiji (1868 – 9111), Taisho (1912 – 1925), Showa (1925 – 1988)
dan dewasa ini adalah periode Heisei yang diawali dengan wafatnya Kaisar
Hirohito pada bulan Januari 1998 dan naik tahtanya Kaisar Akihito yang
dinobatkan pada bulan Nopember 1990.
Dalam perjalanan sejarahnya Jepang pernah mengadakan pembarahuruan
budaya secara besar-besaran, yaitu dengan meniru berbagai pranata dan
budaya Cina di tahun 645. Pembaharuan ini dikenal dengan pembaharuan
Taika. Antara abad ke-7 sampai dengan abad ke-9, Jepang banyak
mengirim pemuda-pemudanya untuk belajar di negeri Cina. Di jaman
Heian Jepang mulai menciptakan berbagai budaya yang khas Jepang
dengan menggunakan rujukan-rujukan dari Cina. Salah satu budaya
29 ciptaannya yang cukup penting adalah tulisan Kana. Pada periode Edo,
Jepang menutup diri dari segala pengaruh asing untuk selama kurun waktu
+ 3 abad, kecuali Cina dan Belanda selama masa isolasi ini tidak ada yang
diperkenankan masuk ke Jepang, begitu pula sebaliknya orang Jepang
tidak diperbolehkan ke luar Jepang. Baca selanjutnya…

20 Mei Sebagai Awal Kebangkitan Nasional Bangsa Indonesia


Tanggal 20 Mei, Indonesia memperingati Satu Abad Kebangkitan Nasional. Momentum tersebut tidak dilewatkan oleh beberapa komunitas di negeri ini untuk mengenang awal kebangkitan bangsa yang dipelopori oleh organisasi Budi Utomo. Di Yogyakarta misalnya, pada tanggal 4 Maret 2008 lalu, di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta sedang dibacakan sebuah deklarasi “Seruan Moral bagi Bangsa” oleh Ketua Majelis Guru Besar (MGB) UGM, Prof. Drs. Suryo Guritno, M.Stats, Ph.D, didampingi 99 Guru Besar lainnya.
Isi deklarasi intinya ada tiga yaitu, pertama, mengajak para pemuda untuk memanfaatkan 100 tahun atau satu abad kebangkitan nasional ini sebagai mata rantai yang tidak terpisah dari tonggak-tonggak sejarah bangsa untuk menjawab tantangan masa kini dan masa depan, khususnya para generasi muda pemilik sah masa depan bangsa NKRI.; Kedua, untuk menjadi bangsa adil-makmur yang dapat menegakkan kepala di tengah pergaulan bangsa-bangsa sebagai kepastian masa depan, kita harus membangun kembali jiwa bangsa: menegakkan kembali martabat sebagai bangsa, menggelorakan kembali harapan di tengah frustrasi sosial yang mendalam, menemukan jalan bagi masa depan di tengah meluasnya romantisme untuk kembali ke masa lalu dan serbuan pragmatisme jangka pendek, dan meneguhkan kembali kegotongroyongan di tengah mekarnya individualisme, konsumerisme dan memudarnya nilai-nilai voluntarisme; Ketiga, diperlukan keteladanan kepemimpinan intelektual sebagaimana dibuktikan oleh sejarah kelahiran Budi Utomo, perlu dibangkitkan dan digelorakan kembali. Baca selanjutnya…

Sejarah Perkonomian Indonesia Zaman Belanda


MASA VEREENIGDE OOST-INDISCHE COMPAGNIE (VOC)

VOC adalah sebuah perusahaan yang didirikan dengan tujuan untuk menghindari persaingan antar sesama pedagang Belanda, sekaligus untuk menyaingi perusahaan imperialis lain seperti EIC (Inggris). VOC diberi hak Octrooi, yang antara lain meliputi : (a) Hak mencetak uang; (b) Hak mengangkat dan memberhentikan pegawai; (c) Hak menyatakan perang dan damai; (d) Hak untuk membuat angkatan bersenjata sendiri; dan (e) Hak untuk membuat perjanjian dengan raja-raja.

Hak-hak itu seakan melegalkan keberadaan VOC sebagai “penguasa” Hindia Belanda. Namun walau demikian, tidak berarti bahwa seluruh ekonomi Nusantara telah dikuasai VOC.

Kenyataannya, sejak tahun 1620, VOC hanya menguasai komoditi-komoditi ekspor sesuai permintaan pasar di Eropa, yaitu rempah-rempah. Kota-kota dagang dan jalur-jalur pelayaran yang dikuasainya adalah untuk menjamin monopoli atas komoditi itu. VOC juga belum membangun sistem pasokan kebutuhan-kebutuhan hidup penduduk pribumi. Peraturan-peraturan yang ditetapkan VOC seperti verplichte leverentie (kewajiban meyerahkan hasil bumi pada VOC ) dan contingenten (pajak hasil bumi) dirancang untuk mendukung monopoli itu. Disamping itu, VOC juga menjaga agar harga rempah-rempah tetap tinggi, antara lain dengan diadakannya pembatasan jumlah tanaman rempah-rempah yang boleh ditanam penduduk, pelayaran Hongi dan hak extirpatie (pemusnahan tanaman yang jumlahnya melebihi peraturan). Semua aturan itu pada umumnya hanya diterapkan di Maluku yang memang sudah diisolasi oleh VOC dari pola pelayaran niaga samudera Hindia. Baca selanjutnya…

Sejarah Islam Di Amerika


Islam di Amerika Sebelum Columbus
Christopher Columbus menyebut Amerika sebagai ‘The New World’ ketika pertama kali menginjakkan kakinya di benua itu pada 21 Oktober 1492. Namun, bagi umat Islam di era keemasan, Amerika bukanlah sebuah ‘Dunia Baru’. Sebab, 603 tahun sebelum penjelajah Spanyol itu menemukan benua itu, para penjelajah Muslim dari Afrika Barat telah membangun peradaban di Amerika.
Klaim sejarah Barat yang menyatakan Columbus sebagai penemu benua Amerika akhirnya terpatahkan. Sederet sejarawan menemukan fakta bahwa para penjelajah Muslim telah menginjakkan kaki dan menyebarkan Islam di benua itu lebih dari setengah milenium sebelum Columbus. Secara historis umat Islam telah memberi kontribusi dalam ilmu pengetahuan, seni, serta kemanusiaan di benua Amerika.
”Tak perlu diragukan lagi, secara historis kaum Muslimin telah memberi pengaruh dalam evolusi masyarakat Amerika beberapa abad sebelum Christopher Columbus menemukannya,” tutur Fareed H Numan dalam American Muslim History A Chronological Observation. Sejarah mencatat Muslim dari Afrika telah menjalin hubungan dengan penduduk asli benua Amerika, jauh sebelum Columbus tiba.
Sejarawan Ivan Van Sertima dalam karyanya They Came Before Columbus membuktikan adanya kontak antara Muslim Afrika dengan orang Amerika asli. Dalam karyanya yang lain, African Presence in Early America, Van Sertima, menemukan fakta bahwa para pedagang Muslim dari Arab juga sangat aktif berniaga dengan masyarakat yang tinggal di Amerika.
Van Sertima juga menuturkan, saat menginjakkan kaki di benua Amerika, Columbus pun mengungkapkan kekagumannya kepada orang Karibian yang sudah beragama Islam. “Columbus juga tahun bahwa Muslim dari pantai Barat Afrika telah tinggal lebih dulu di Karibia, Amerika Tengah, Selatan, dan Utara,” papar Van Sertima. Umat Islam yang awalnya berdagang telah membangun komunitas di wilayah itu dengan menikahi penduduk asli. Baca selanjutnya…

Bela Negara Pangeran Di Ponegoro


Sejak akhir abad ke-17 sampai menjelang pahlawan Diponegoro, kerajaan Mataram mengalami kemerosotan. Daerah pantai di utara Jawa diambil alih oleh Belanda. Pada akhir abad ke-19, masyarakat Jawa Tengah khususnya di wilayah kerajaan Mataram merasa gelisah dan kecewa. Kebencian dan kekecewaan timbul di seluruh lapisan masyarakat.

Who    :  Pangeran Diponegoro

Dalam perjuangannya, Pangeran Diponegoro dalam menghadapi Belanda, beliau dibantu oleh Kyai Maja dan Sentot Alibasya Prawirodirjo. Taktik atau siasat perang Diponegoro membuat Belanda dan prajuritnya kalang kabut menghadapi siasat itu. Untuk memadamkan perlawanan terhadap siasat Diponegoro, Belanda mencoba mengangkat Sultan Sepuh menjadi sultan kembali di Jawa Tengah. Setelah itu Sultan Sepuh diasingkan Belanda di Raffles di Pulau Pinang. Setelah mendengar berita itu, rakyat Jawa Tengah mulai khawatir dan langsung memberitahukan berita itu kepada Pangeran Diponegoro supaya cepat menindaklanjuti agar tidak terlalu lama.

Where :  Mengadakan perundingan di Magelang

Pangeran Diponegoro akhirnya bersedia mengadakan perundingan dengan pihak Belanda. Perundingan diadakan di Magelang dan dijanjikan bahwa Belanda akan berlaku jujur. Dalam pengertian apabila perundingan gagal, maka Pangeran Diponegoro diperbolehkan kembali ke tempat pertahanannya. Dengan dasar kepercayaan dan keyakinan Pangeran Diponegoro berangkat tanggal 21 Februari 1830. Pangeran Diponegoro beserta pasukan-pasukannya tanggal 8 Maret 1830 tiba di Magelang.

What   :  Perjuangan mengusir penjajah

Perlawanan Pangeran Diponegoro ternyata mempunyai pengaruh yang sangat besar dan meluas. Bagi pasukan Belanda perlawanan Pangeran Diponegoro sangat cukup berat dan membawa korban cukup banyak atau tidak sedikit. Dalam usaha melawan Pangeran Diponegoro, Belanda telah banyak kehilangan pasukan sekitar 8.000 orang Eropa dan 7.000 orang serdadu pribumi serta biaya yang dibutuhkan sangat banyak yang harus dikeluarkan kurang lebih 20 juta Gulden. Banyak uang uang dikeluarkan Belanda untuk membiayai pasukan dan makanannya setiap hari, tapi usaha Belanda tidak sia-sia karena Pangeran Diponegoro dapat diasingkan dan ditangkap, kemudian diasingkan ke Manado. Baca selanjutnya…