Beranda > Berita Indonesia > Bank BUMN Tolak Intervensi Politik

Bank BUMN Tolak Intervensi Politik


JAKARTA – Bank-Bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) berjanji akan menolak segala bentuk intervensi politik yang bisa membuat kinerja perseroan tidak sehat. Hal itu merupakan instruksi dari Menteri BUMN yang baru, Dahlan Iskan agar BUMN benar-benar bekerja secara profesional.
“Saya kan kenal banyak temen-temen di BUMN lain jadi saya tahu itu ada (intervensi). Tapi untungnya intervensi politis seperti itu tidak ada di BTN,” ujar Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Iqbal Latanro di kantornya kemarin. Keterkaitan antara politik dan ekonomi ini sebetulnya cerita lama, namun susah dibuktikan meskipun gencar dibicarakan media.
Iqbal mengaku sangat gembira ketika Menteri BUMN yang baru, Dahlan Iskan, berani menyatakan penolakannya terhadap intervensi politik. “Mendengar apa yang disampaikan Menteri BUMN itu saya sangat senang. Karena itu berarti Menteri berani memberi proteksi kepada manajemen dari segala bentuk intervensi dari luar. Kita dukung instruksi Pak Menteri,” ungkapnya.
Iqbal menambahkan, Menteri BUMN memberi arahan supaya manejemen BUMN kompak dalam bekerja guna memajukan perusahaan. Direksi BUMN juga diminta menolak segala bentuk intervensi politik. “Tidak boleh ada intervensi politik, karena itu yang biasanya bikin tidak kompak (diantara manajemen). Jadi mulai sekarang kalau ada (intervensi politik) lalu ditolak jangan marah,” tegasnya.
Mengenai instruksi agar BUMN melakukan efisiensi, Iqbal mengaku sudah memerintahkan agar tidak melakukan rapat yang tidak penting atau mengulur-ulur waktu. Bahkan, penggunaan faksimile tidak boleh sembarangan. “Mulai tanggal 1 nanti banyak mesin faks yang dicabut. Hanya ada 2-3 mesin faks jadi semuanya lewat itu, tidak tiap divisi ada. Mudah-mudahan efisiensi ini terus berlanjut,” tukasnya.
Bank merupakan salah satu BUMN yang menggiurkan karena memiliki hak mengucurkan kredit dan menyimpan data nasabah. Aset Bank juga cukup besar, missal BTN, dipastikan memiliki aset diatas Rp 100 triliun tahun depan. Hingga 30 September lalu, aset BTN telah mencapai Rp 76,05 triliun. “Sampai akhir tahun ini saya yakin aset mendekati Rp 80 triliun, kalau pertumbuhan aset  19,5 persen berarti tahun depan melampaui angka Rp 100 triliun,” kata Iqbal.
Keterkaitan antara Bank dengan panggung politik cukup terlihat di Bank Rakyat Indonesia (BRI). Salah satu Komisarisnya adalah orang dekat Istana, Heru Lelono. Sementara itu mantan Menteri Olah Raga, Adhyaksa Dault tercatat sebagai Komisaris Independen. Meski begitu, Corporate Secretary BRI, Muhammad Ali mengaku pihaknya menolak intervensi politik. a.
Ali berdalih BRI kinerja BRI selalu moncer. Terbukti, BRI masuk dalam jajaran Top Ten Companies versi majalah Forbes Indonesia tahun ini. Dengan total penjualan (sales) di atas USD 1 miliar, BRI menjadi satu-satunya wakil dari industri perbankan yang masuk dalam jajaran Top Ten Companies 2011.
Seperti diketahui, Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta agar seluruh direksi BUMN tidak mudah diintervensi oleh siapa pun. “Direksi BUMN harus punya akal untuk mencegah intervensi politik, intervensi baik dari Kementerian BUMN maupun dari pihak diluar korporasi. Intervensi dari luar tentu harus lebih diperkecil lagi. Kalau ada direksi yang tidak sanggup menjaga dirinya dari intervensi lebih baik mundur,” ungkapnya.

Kategori:Berita Indonesia
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: