Beranda > Berita Indonesia > Gubernur Cup Siap Digelar

Gubernur Cup Siap Digelar


Radar Tasikmalaya bekerjasama dengan beberapa padepokan pencak silat akan menggelar Festival dan Pasanggiri Seni Pencak Silat Tradisional Gubernur Cup tahun 2011 se-Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Even ini sebagai salah satu wujud nyata  ikut mempertahankan kelestarian warisan budaya, memotivasi kaum muda dan menyadarkan banyak pihak untuk sama-sama menjaga keberadaan pencak silat.
Festival dan pasanggiri ini akan digelar mulai tanggal 1 hingga 5 November di Gelanggang Generasi Muda (GGM). Dalam kegiatan ini akan ditandingkan dua kategori lomba, yaitu tradisional dan festival.
Penilaian kategori tradisional akan dilihat dari aspek kekayaan, kemantapan dan penggarapan gerak, ketepatan dan keserasian antara gerak dan musik pengiring, juga penjiwaan gerak, kemantapan ekspresi dan sopan santun. Sedangkan kategori festival yang dinilai adalah kekayaan dan kolaborasi musik.
“Kedua kategori ini masing-masing dibagi kedalam kategori perorangan, berpasangan dan berkelompok. Dibagi juga ke golongan pra remaja, remaja dan dewasa,” jelas Fuad Rusli atau Kang Aa, ketua Padepokan Pencak Silat Trisula, penyelenggara Gubernur Cup, saat ditemui beberapa waktu lalu (25/10).
Mengenai persyaratan yang harus dipenuhi calon peserta,  menurutnya antara lain adalah peserta merupakan utusan dari tiap-tiap perguruan, calon peserta menyerahkan bukti diri berupa ijazah, akte kelahiran atau KTP, menyerahkan pas photo ukuran 3 X 4 tiga lembar dan mengisi formulir pendaftaran.
“Persyaratan dapat diserahkan ke padepokan Pandawa, Sinar Pusaka Sukapura atau Trisula. Pada tanggal 31 Oktober nanti akan diadakan teknikal meeting di GGM,” tutur Ayi Rusli Husnaneni, menambahkan.
Ayi mengharapkan, semua padepokan yang ada di Kabupaten maupun Kota Tasikmalaya dapat berpartisipasi untuk menyukseskan festival dan pasanggiri tersebut.
“Dengan adanya fastival dan pasanggiri ini, diharapkan anak-anak muda yang belajar bela diri, baik di sekolah maupun padepokan dapat terus termotivasi untuk belajar pencak silat,” harapnya.
Dengan acara ini Ayi berharap, pemerintah, baik Kabupaten maupun Kota Tasikmalaya, agar membuka mata, memberi ruang, memperhatikan keberadaan seni tradisi termasuk pencak silat.
“Minimal jika ada acara-acara yang diadakan dinas-dinas di pemerintahan bisa dibuka dengan pagelaran pencak silat. Bukan dengan dangdutan,”

Iklan
Kategori:Berita Indonesia
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: