Beranda > Berita Indonesia > Borobudur Tak Dicoret sebagai Warisan Dunia

Borobudur Tak Dicoret sebagai Warisan Dunia


Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membantah Candi Borobudur dicoret dari pengakuan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai warisan dunia kriteria budaya.

“Tidak ada pernyataan seperti itu (pencoretan).Tidak ada juga ancaman mereka untuk mencoret Candi Borobudur dari list warisan budaya mereka,” kata Plt Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala Kemenparekraf I Gde Pitana, di Jakarta, Jumat (11/11/2011).

Ia mengatakan, pihaknya justru menerima surat resmi dari UNESCO sekitar sebulan lalu tentang apresiasi badan PBB tersebut terhadap pemerintah dan rakyat Indonesia.

“Mereka menilai, kita responsif dan cepat tanggap dalam membersihkan abu vulkanik sisa letusan Gunung Merapi beberapa waktu lalu,” katanya.

Sebelumnya, santer diberitakan candi Buddha terbesar itu terancam akan dicoret dari daftar warisan budaya dunia oleh UNESCO karena masyarakat dan Pemerintah Indonesia dinilai tidak merawat candi peninggalan Wangsa Syailendra itu dengan baik.

Candi dinilai kotor, tak terawat, dan banyak yang masih tertutupi sisa erupsi Gunung Merapi yang belum dibersihkan.

“Saya tegaskan bahwa pencoretan itu tidak ada, Candi Borobudur tetap diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia,” katanya.

Meski begitu, pihaknya tetap mengingatkan dan mengimbau agar setiap pengunjung yang datang ke Borobudur untuk kepentingan apa pun, baik untuk sembahyang maupun berwisata, tetap menjaga perilaku yang baik sesuai dengan nilai-nilai dan tata cara memperlakukan warisan budaya.

“Kalau kita tidak melaksanakan konsep-konsep untuk menjaga dan melestarikan Candi Borobudur, ya, bisa saja dicoret oleh UNESCO,” katanya.

UNESCO memasukkan Candi Borobudur ke dalam daftar situs warisan dunia pada 1991 dan masuk dalam kriteria budaya mewakili mahakarya kreativitas manusia yang genius.

Pembangunan Borobudur diperkirakan menghabiskan waktu 75 tahun dan dirampungkan pada masa pemerintahan Samaratungga pada tahun 825.

Kategori:Berita Indonesia
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: