Beranda > Berita Mancanegara, Seputar Handphone > Penjualan Perdana iPhone 4S di China Dibatalkan

Penjualan Perdana iPhone 4S di China Dibatalkan


Peluncuran perdana iPhone 4S yang dilakukan di lima toko di China harus dibatalkan. Karena tidak ada alasan pembatalan yang jelas, pembeli yang telah lama mengantre sejak malam sebelumnya terlihat kesal dan kemudian melempar telur ke toko yang bakal menjual iPhone terbaru tersebut.

Seperti dikutip dari Bloomberg, pihak Apple sebelumnya mengiklankan bahwa akan ada peluncuran iPhone 4S di tiga toko di Shanghai dan dua toko di Beijing.

Namun, meski waktu telah menunjukkan pukul 07.15, toko tersebut tidak kunjung buka. Seorang pedagang di toko tersebut sempat berbicara melalui pengeras suara bahwa tokonya membatalkan penjualan iPhone 4S pada hari itu. Setelah pengumuman itu, keadaan mulai ricuh. Kondisi ini memaksa pihak kepolisian setempat menutup lima toko tersebut.

Managing Director of China Market Research Group Shaun Rein menganggap bahwa pembatalan peluncuran iPhone 4S pada lima toko tersebut menunjukkan sistem manajemen toko yang amburadul. Padahal semua orang sudah mengetahui dari iklan kalau toko tersebut bakal menjual iPhone 4S.

Tertipu Iklan
Di Xidan, sebuah kawasan di ibukota Beijing berencana membagikan 1.000 tiket bagi pengantre dan hanya diperbolehkan untuk membeli iPhone 4S maksimal dua unit. Di Shanghai, sebuah toko di distrik Pudong justru membuka tokonya satu jam lebih awal untuk mengakomodasi antrian sebelum penjualan dibuka.

Namun, rencana hanya tinggal rencana. Buktinya, salah seorang pensiunan yang berniat membeli iPhone 4S juga terpaksa gigit jari karena tidak berhasil antri. “Katanya toko akan buka pukul 7 pagi, tapi saya malah diberitahu barangnya sudah habis ketika saya tiba di depan toko tepat pukul 6 pagi,” kata Li Yun.

Sewa Orang Untuk Mengantri
Masih di kawasan Xidan, pedagang yang berniat menjual kembali ponsel Apple tersebut pun rela menyewa 60 orang pekerja dari pinggiran kota untuk mengantre semalaman membeli iPhone 4S. Pekerja tersebut ditawari bayaran 120 yuan atau sekitar 19 dollar AS (sekitar Rp 172.000).

Namun karena toko tidak jadi dibuka, maka pedagang tersebut batal membayarnya. Pekerja sewaan ini pun tidak berani menuntut bayaran ke pedagang tersebut, meski gagal mendapatkan ponsel yang dimaksud, alasannya takut diancam.

Alhasil, mereka hanya diberi uang makan sebesar 10 yuan atau hanya sekitar 1,5 dollar AS atau sekitar Rp 14.400 per orang.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: