Beranda > Berita Mancanegara > Kebrutalan Meningkat di Suriah 137 Tewas

Kebrutalan Meningkat di Suriah 137 Tewas


Sebuah kelompok oposisi Suriah melaporkan, setidaknya 137 orang tewas di tangan pasukan pemerintah, saat Presiden Bashar al-Assad meningkat serangan brutal terhadap oposisi yang ingin mengakhiri rezimnya. Kamis kemarin merupakan hari kelima serangan berturut-turut terhadap aktivis oposisi dan warga sipil di kota Homs yang terkepung, kota terbesar ketiga di Suriah, yang telah menjadi pusat pergolakan dalam pemberontakan itu.

Komite Koordinasi Lokal, sebuah jaringan aktivis oposisi yang menyelenggarakan dan mendokumentasikan protes yang terjadi, mengatakan bahwa 110 orang tewas di Homs, 10 diantaranya anak-anak.

Presiden Bashar, yang berulang kali membantah telah menyerang warga sipil, mengatakan, pasukan Suriah menyasar geng bersenjata dan teroris asing yang bertekad merusak stabilitas pemerintah negara itu.

Televisi pemerintah Suriah, Kamis, mengatakan, geng teroris bersenjata menembakkan tujuh roket ke Homs pada pagi hari. Televisi itu menambahkan, tidak ada laporan tentang kerusakan. Stasiun televisi itu kemudian menunjukkan video sejumlah orang yang diidentifikasi sebagai warga yang mengatakan geng-geng bersenjata telah menembaki rumah dan sekolah mereka dengan peluru dan granat yang diluncurkan roket.

Namun hampir semua laporan lain dari dalam negeri itu menceritakan kisah yang berbeda. Aktivis oposisi di Homs menggambarkan ledakan mortir dan tank yang dilontarkan pasukan Suriah setiap beberapa menit, orang-orang mengalami pendarahan hinga tewas di jalanan karena kurangnya perhatian medis, dan penembak jitu yang menyasar warga sipil yang berlarian mencari perlindungan. Video yang dilaporkan dari Homs dan diposting di internet menunjukkan puing-puing dan sisa-sisa bangunan saat tembakan terdengar di latar belakang.

Badan-badan amal medis mengatakan, para dokter di dalam wilayah Suriah telah melaporkan rumah sakit, klinik, staf medis dan pasien menjadi sasaran. Seorang dokter di wilayah permukiman Baba Amr, Homs, yang hanya disebut CNN bernama Ali, demi alasan keamanan, mengatakan sebuah grup dari Bulan Sabit Merah baru-baru ini mencoba untuk mengunjungi wilayah itu guna memberikan bantuan medis. Namun kendaraan mereka diserang dan mereka dipaksa untuk berbalik.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: