Arsip

Archive for Maret, 2012

Ponsel HTC Akan Diperkaya Layanan Video Online


Vendor asal Taiwan HTC tak pernah berhenti berusaha agar produk smartphone dan tabletnya berbeda dan memiliki fitur yang tak dimiliki kompetitornya.

Salah satunya sudah dilakukan HTC adalah membekali beberapa smartphone dengan fitur Beats Audio yang menjanjikan kualitas suara lebih jernih dan bass lebih ‘nendang’, dan HTC Sense sebagai ciri khas tampilan antarmuka HTC.
Tak puas dengan itu, HTC membeli 20% saham SyncTV, sebuah perusahaan yang menawarkan platform video online untuk penyedia konten.

Ini semua dilakukan HTC di tengah persaingan yang begitu kuat di antara produsen, penyertaan hardware yang tinggi saja tidak cukup. Apalagi, spesifikasi hardware di smartphone dan tablet sekarang ini cenderung sama. Dengan pembelian ini, produk HTC akan memiliki akses ke layanan video berbasis cloud untuk perangkat Android dan Windows Phone.
Baca selanjutnya…

Iklan

Opera Mini 7 Sudah Bisa Didownload di Android


Opera Software  meluncurkan web browser Opera Mini 7 final untuk platform Android. Opera Mini 7 untuk Android membuat browsing lebih cepat dan lebih halus, karena akselerasi hardware telah ditingkatkan.

Apa yang baru dari Opera Mini 7 untuk Android? Pengguna akan mendapatkan tombol Speed Dial sebanyak mungkin sesuai keinginan. Pengguna dapat menambahkan semua situs yang ingin dilihat saat sedang menggunakan browser. Sehingga, tidak perlu lagi mengetik di keyboard ponsel atau bookmarks.

Selain itu, Opera Mini 7 mengkompresi halaman web dari jaringan di ponsel pengguna. Sebanyak 90 persen dari data yang diakses akan terkompres, sehingga data yang terpakai tidak hanya menjadi lebih sedikit, tapi juga membuat pengguna dapat mengakses web dengan lebih cepat.  Opera Mini 7 bisa didownload dari Google Play (dulunya Android Market) di ponsel android atau melalui m.opera.com. Baca selanjutnya…

Amazon Rilis 3 Kindle Fire Tahun Ini


Setelah dikabarkan akan merilis dua varian tablet, Amazon disebut akan menambah varian Kindle Fire dengan ukuran layar 7 inci dan 8,9 inci di tahun ini.

Seperti dilansir The Next Web, Amazon akan merilis dua varian Kindle Fire dengan ukuran layar 7 inci. Peritel online raksasa tersebut menyasar pasar bawah dan menengah. Sedangkan untuk pasar menengah atas (high end), Amazon akan merilis tablet berukuran 8,9 inci.

Khusus untuk 7 inci, Amazon akan memberikan dua resolusi layar yang berbeda yaitu 1024 x 600 piksel dan 1280 x 800 piksel. Sedangkan untuk 8,9 inci memakai resolusi 1920 x 1200 piksel.Untuk menjaga harga tablet tetap rendah, Amazon dikabarkan sudah menandatangani perjanjian dengan Quanta Computer, perusahaan manufaktur berbasis di Taiwan.

Selain itu juga bekerjasama dengan perusahaan manufaktur Hon Hai, Prime View dan Chimei Innolux untuk panel datar. Khusus Chimei Innolux akan eksklusif menyuplai sensor layar sentuh 7 inci. Taiwan Economic News melaporkan perusahaan manufaktur Han Hai akan merakit Kindle Fire 7 inci untuk pasar bawah (1024 x 600). Sedangkan Quanta Computer akan merakit dua varian lainnya.
Baca selanjutnya…

Asus Masih Doyan Produksi Netbook


Dell telah menyatakan untuk berhenti memproduksi netbook mulai 2012 ini. Beberapa produsen komputer pun tak lagi memfokuskan diri ke netbook lantaran eksesistensinya mulai digoyang oleh komputer tablet. Namun, produsen komputer asal Taiwan, Asus, mengaku akan terus memproduksi netbook.

Menurut Juliana Cen, Manager of Product Management & Marketing Asus Indonesia, penjualan netbook Asus di Indonesia tidak tergerus oleh tablet. Karena itu, Asus tetap percaya diri jualan netbook di tanah air. Meskipun diakui oleh Product Manager Asus Indonesia Melton Ciputra, bahwa penjualan netbook di pasar Amerika Serikat dan Eropa memang menurun drastis.

“Tapi ini tidak terjadi di Indonesia,” kata Melton. Alasannya, masyarakat Indonesia masih sangat berorientasi pada harga.
Netbook menjadi jawaban atas kebutuhan komputer jinjing dengan harga yang relatif terjangkau.
“Harga menjadi hal yang sangat sensitif di Indonesia,” ungkap Melton. Untuk menyiasatinya, Asus menawarkan banyak varian netbook.
Baca selanjutnya…

Kerajaan Medang


Medang, adalah kerajaan di Jawa Timur, pada tahun 929-1006 Masehi. Kerajaan ini merupakan kelanjutan Wangsa Sanjaya (Kerajaan Mataram Kuno), yang memindahkan pusat kerajaannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Mpu Sindok adalah pendiri kerajaan ini, sekaligus pendiri Wangsa Isyana, yang menurunkan raja-raja Medang.

Diduga akibat letusan Gunung Merapi, Raja Mataram Kuno Mpu Sindok pada tahun 929 memindahkan pusat Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Menurut catatan sejarah, tempat baru tersebut adalah Watugaluh, yang terletak di tepi Sungai Brantas, sekarang kira-kira adalah wilayah Kabupaten Jombang (Jawa Timur). Kerajaan baru ini tidak lagi disebut Mataram, namun Medang, Namun beberapa literatur masih menyebut Mataram.

Ada sumber sejarah lain yang menyebutkan latar belakang mengapa pusat kerajaan pindah ke timur. Singkatnya, sejak Rakai Pikatan menyebabkan Balaputeradewa hijrah ke Sriwijaya, terjadi permusuhan yang mendalam dan berlangsung berabad abad, antara Kerajaan Jawa (Mataram Hindu) dengan Kerajaan Melayu (Sriwijaya).

Raja terakhir Kerajaan Mataram Hindu, Raja WAWA, memberikan mandat dan kekuasaan penuh pada menantunya, Mpu Sendok, untuk memimpin Kerajaan Mataram Hindu dalam keadaan darurat perang untuk melawan Kerajaan Sriwijaya.

Maka di sekitar Tahun 929 M di Desa Candirejo Kec. Loceret Kab. Nganjuk, Mpu Sendok memimpin perang gerilya dan terjadi pertempuran hebat antara prajurit Empu Sendok melawan Bala Tentara kerajaan Melayu (Sriwijaya). Empu Sendok memperoleh kemenangan gilang gemilang. Kemudian Empu Sendok dinobatkan menjadi raja bergelar SRI MAHARAJA MPU SENDOK SRI ISHANA WIKRAMA DHARMA TUNGGA DEWA. Untuk menghindari serangan Sriwijaya berikutnya, Mpu Sindok memindahkan pusat kerajaan lebih ke timur.

Untuk mengenang kemenangan ini ditandai dengan sebuah tugu bernama JAYA STAMBA dan SEBUAH CANDI atau Jaya Merta. Terhadap masyarakat desa karena jasa-jasanya dalam membantu pertempuran, oleh Empu Sendok diberi hadiah sebagai desa perdikan atau desa bebas pajak dengan status Anjuk Ladang pada tanggal 10 April 937 M.
Baca selanjutnya…

Penuh Konten Bajakan RapidShare Diundang ke Pengadilan


Menyusul peristiwa penutupan situs file sharing MegaUpload dan penangkapan pendirinya, situs serupa mulai berhati-hati dalam melangkah agar bisnis mereka tetap berjalan. Kali ini, giliran RapidShare yang harus berurusan dengan pengadilan.

Sebuah pengadilan daerah di Hamburg, Jerman, telah memerintahkan RapidShare, untuk secara proaktif menyaring konten bajakan di situs mereka. Keputusan ini menyusul tiga putusan sebelumnya dari pengadilan yang lebih rendah, yang mengatakan RapidShare tidak melakukan cukup usaha untuk mencegah pembajakan dalam pusat datanya.

Sebelumnya, RapidShare diharuskan memantau penggunanya yang melakukan pelanggaran hak cipta. Di sini, RapidShare harus mengembangkan solusi filter konten berbasis software. Hal ini merupakan permintaan dari sekumpulan industri para pemegang hak cipta, yang memaksa situs file sharing bertanggung jawab atas konten bajakan.
Baca selanjutnya…

Ini Dia Strategi Ericsson Setelah “Cerai” Dengan Sony

8 Maret 2012 2 komentar

Ericsson memang telah berpisah dengan Sony dalam bisnis ponsel. Ericsson pun berniat fokus sebagai penyedia jaringan mobile. President Director Ericsson Indonesia Sam Saba menjelaskan, sebagai perusahaan yang sudah ada lebih dari 100 tahun di Indonesia, Ericsson akan berkomitmen melayani seluruh operator dan pelanggan telekomunikasi khususnya Indonesia.

Menurutnya, kini sudah banyak vendor yang memproduksi ponsel serupa. Jika bermain dalam bisnis yang sama, Ericsson akan berkompetisi dengan vendor yang ada. Saat membuat ponsel dengan Sony dulu, pihak Ericsson hanya membuat perusahaan patungan (Joint Venture) dengan Sony bernama Sony Ericsson. Setelah resmi bercerai pada 15 Februari lalu, kedua perusahaan ini pun masing-masing fokus ke bisnisnya semula. “Saat ini semua orang bisa memiliki ponsel. Bahkan ada juga yang memiliki ponsel lebih dari satu buah. Yang diperlukan saat ini adalah kecepatan dan kemudahan dalam jaringan. Kamilah yang menyediakan jaringannya itu,” tambahnya.

Kompetisi di jaringan

Mengenai kompetisi dengan perusahaan infrastruktur lain, Saba hanya menjelaskan pihaknya sudah siap. Namun tidak menjelaskan rinci strategi apa yang akan diterapkan di Indonesia. Menurut Saba, Indonesia akan menjadi sangat menantang dibandingkan pengalamannya sebelum ini di Timur Tengah dan Australia.

Australia, ia menjelaskan, hanya berupa satu daratan besar dan hanya dihuni oleh 23 juta jiwa. Industri telekomunikasi di sana pun sudah mengalami kejenuhan (saturasi). Sedangkan di Indonesia, dengan jumlah penduduk lebih dari 230 juta jiwa dan merupakan negara kepulauan, tantangan dan peluangnya jauh lebih besar.

“Di Australia sudah mengarah ke pengembangan aplikasi. Sementara Indonesia masih memerlukan technology service. Saat ini baru sekitar 160 juta masyarakat yang sudah terhubung, berarti masih ada potensi bagi kita untuk masuk dan menyediakan jaringan bagi mereka,”.
Baca selanjutnya…