Arsip

Archive for April, 2012

HP Z1Komputer Workstation Beraroma BMW

26 April 2012 1 komentar

Hewlett Packard (HP) merilis komputer desktop Workstation Z1. Komputer desktop besutan HP ini mengusung model All-in-One PC dengan “citarasa” sedan mewah BMW. Marketing Development Manager Workstation HP Indonesia, Erric Budiono menjelaskan HP menggandeng BMW Designwork Amerika Serikat untuk mendesain Workstation Z1 agar mirip dengan desain mobil BMW Z4.

“Desktop tersebut didesain sedemikian rupa seperti mobil BMW. Misalnya performa dibuat powerful, tapi suhu tetap dingin dan tidak berisik,” kata Erric saat peluncuran HP Workstation Z1 di PT Tunas Mobilindo Parama, Authorized BMW Dealer. Dari sisi performa, HP Z1 memiliki keunggulan dengan sifatnya yang “Hybrid”. Artinya kompuer ini bisa memakai prosesor Intel Quad Core Xeon, namun juga bisa memakai Intel Core i3.

Dengan fitur “Hybrid” tersebut, workstation bisa dikonfigurasi menjadi PC biasa atau sekaligus menjadi server PC.  Di sisi grafis, workstation tersebut bisa memakai kartu grafis Intel HD 2000 atau Intel HD 3000. Bila memerlukan performa lebih tinggi, HP telah menyediakan kartu grafis NVIDIA Quadro.

“Kartu grafis tersebut akan sangat cocok bagi animator atau pembuat film, industri musik, otomotif, arsitektur maupun pertambangan. Grafisnya memberikan warna yang bagus sesuai aslinya,” tambahnya. Di sisi layar, monitornya memakai ukuran diagonal 27 inci dan mendukung lebih dari 1 miliar warna display LED. Sehingga akan memberikan sudut pandang yang luas 178 derajat serta panel in plane switching (IPS).
Baca selanjutnya…

Soal Jaga Virus Mac Tertinggal 10 Tahun dari Windows


Kabar merebaknya trojan Flashback yang menyerang ratusan ribu komputer Mac belakangan ini mengundang komentar dari CEO Kaspersky, Eugene Kaspersky. Penemu dan sekaligus orang nomor satu perusahaan keamanan internet tersebut menyebutkan Mac telah tertinggal 10 tahun dari Windows, dalam hal keamanan sistem operasinya.

“Apple akan tersadar dengan cepat bahwa mereka saat ini mengalami masalah yang sama dengan Microsoft 10 tahun lalu,” kata Kaspersky saat berbicara di Info Security 2012 yang berlangsung di London, pada Rabu kemarin. Selama ini, sebagian besar virus yang dibuat oleh penjahat cyber memang ditujukan untuk komputer berbasis Windows.

Microsoft pun dibuat sibuk akibat ulah virus-virus ini. Microsoft harus siap setiap saat memperbaiki dan meng-update Windows apabila ditemukan lubang keamanan yang menjadi pintu masuk virus. Menurut Kaspersky, dalam waktu dekat ini, apa yang dialami Windows tersebut akan dirasakan oleh Apple dengan sistem operasi MacOS-nya.

“Apple harus segera membuat berbagai perubahan siklus update software dan sebagainya. Ini akan memaksa mereka mengeluarkan biaya lebih untuk audit keamananan software yang mereka miliki,” ujar Kaspersky. Serangan trojan Flashback terhadap komputer Mac membuktikan keamanan sistem operasi tersebut tak 100 persen aman dari gangguan virus.
Baca selanjutnya…

Antivirus Gratis Microsoft Versi Terbaru Siap Dijajal


Microsoft merilis software Microsoft Security Essentials (MSE) versi 4.0. Microsoft Security Essentials merupakan software antivirus dan anti-malware yang bisa diunduh dan digunakan secara gratis oleh pengguna komputer Windows.

Tak hanya Windows 7 dan Windows Vista yang kebagian update, namun Windows XP yang tergolong tua juga dapat.
Pihak Microsoft menjelaskan, fitur Microsoft Security Essentials Automatic Remediation pada update ini telah ditingkatkan. Sehingga, virus atau malware yang menyerang komputer secara otomatis akan masuk ke karantina, sekalipun pengguna belum mengeluarkan perintah karantina.

Untuk menggunakan MSE tidak memerlukan pendaftaran dan tidak ada kedaluwarsa. Microsoft juga tidak membatasi unduhan MSE khusus untuk komputer yang menjalankan sistem operasi Windows asli. MSE 4.0 ini tersedia di Microsoft Download Center atau di situs resmi Microsoft Security Essentials.

LG Ingin Hadirkan Ponsel Berpikir


Tak cukup lagi jargon “ponsel pintar”, LG saat ini sedang berambisi mengembangkan ponsel yang bisa berpikir. Apa maksudnya? yaitu ponsel yang bisa memberikan solusi kepada penggunanya sesuai dengan kebutuhan.  Seperti diungkapkan Kwong Bong-Suk, Managing Director LG Mobile Communications, LG ingin mencari sebuah “nilai universal” yang diinginkan konsumen dari ponsel.

Kwon mengungkapkan sebuah contoh sederhana dari konsep “thinking smartphone” ini. Misalnya seorang pengguna melakukan pengaturan alarm pukul 06.00 pagi.  Pada ponsel pintar saat ini, alarm akan berbunyi pada pukul 06.00 pagi. Namun, dengan “ponsel berpikir”, perangkat itu akan mendeteksi kondisi arus lalu lintas yang akan dilalui pengguna ke kantor.

Jika ada kemacetan parah, maka alarm akan menyala lebih awal pukul 05.30 pagi sehingga pengguna bisa punya waktu ekstra untuk berangkat ke kantor.  Tentunya, ini baru sekadar arahan dari manajemen LG. Kwon sendiri mengakui bahwa persiapan untuk pengembangan “ponsel berpikir” sedang dilakukan.
Baca selanjutnya…

Sony Xperia S Resmi Mendarat di Indonesia


Setelah “bercerai” dengan Ericsson dalam bisnis smartphone, Sony tetap gencar meluncurkan smartphone terbaru.
Untuk melanjutkan dinasti Xperia, Sony resmi memasarkan smartphone Xperia S di Indonesia. Dibandingkan keluarga Xperia sebelumnya, Sony melakukan banyak perubahan dari sisi desain pada Xperia S. Di bagian bawah layar membentang garis transparan yang disebut Sony sebagai desain ikonik. Ada tombol back, home dan menu di sana.

“Desain ikonik ini ada di smartphone Xperia seri NXT, yakni Xperia S, Xperia P dan Xperia U,” kata Marketing Communication Sony Mobile Communication Indonesia Hanny Sanjaya. Namun, untuk Xperia P dan Xperia U belum diluncurkan di Indonesia. Xperia S didesain dengan layar high definition (HD) berukuran 4,3 inci beresolusi 1280 x 720 piksel. Kualitas layarnya sangat baik karena menggunakan Mobile Bravia Engine, sebuah teknologi yang digunakan pada televisi Sony Bravia.

Dari sisi fungsionalitas, Xperia S menggunakan prosesor dual core Qualcomm MSM8260 dengan clock speed 1,5GHz, RAM 1GB, kamera 12MP dengan LED flash dan kamera depan 1,3MP. Smartphone ini berjalan dengan sistem operasi Android 2.3 (Gingerbread). Namun, pihak Sony menjanjikan bakal segera tersedia update Android 4.0 (Ice Cream Sandwich) untuk Xperia S.
Baca selanjutnya…

Microsoft Jaga Windows XP hingga 2014


Microsoft kembali memperpanjang “nyawa” Windows XP dan Office 2003. Microsoft menyatakan akan tetap memberikan update untuk keduanya selama dua tahun ke depan. Meski demikian, dua software “tua” ini hanya akan mendapat dukungan terbatas (Extended support) dari Microsoft.

Dukungan penuh (Mainstream support) untuk Windows XP dan Office 2003 akan berakhir pada minggu ini. Nasib serupa diterima oleh Windows Vista dan Office 2007 yang sebenarnya berusia lebih muda. Dukungan “Mainstream” untuk keduanya akan berakhir per hari ini. Microsoft membagi siklus hidup dukungannya terhadap software buatannya dalam dua tahap, yaitu “Mainstream” dan “Extended”.

Pada tahap “Mainstream”, seluruh pengguna software akan menerima seluruh update keamanan, peningkatan stabilitas, perbaikan bug, dan fitur baru  secara gratis.  Pada tahap “Extended”, hanya update terkait keamanan yang disediakan gratis. Untuk update-update lainnya, hanya perusahaan dengan kontrak support berbayar yang berhak mendapatkannya.
Baca selanjutnya…

Apple Rancang Gamepad untuk iPad dan iPhone


Meski iPhone, iPod touch, dan iPad sudah cukup mumpuni untuk memainkan game, tak membuat Apple berpuas diri. Apple ingin gamer di ketiga perangkat tersebut lebih nyaman dengan cara menyediakan game controller khusus. Seperti dilansir AnandTech, Apple dikabarkan akan membuat game controller untuk perangkat iOS. Kabar ini terhembus setelah peluncuran iPad baru yang spesifikasinya sangat cocok untuk bermain game.

Apple disebut tengah menjalankan sebuah proyek yang disebut “internal Apple project to bring a physical controller to market.”  Jika dilihat dari nama proyeknya, kemungkinan Apple akan membuat aksesori game, walau rumor tersebut juga belum bisa dikonfirmasi kebenarannya. Jika dilihat sejarahnya, penggemar Apple memang masih kekurangan perangkat tambahan yang dapat digunakan untuk memudahkan pengoperasian, salah satunya dengan permainan (game).

Memang kekurangan game controller untuk iOS ini bisa dicari solusinya dengan menghadirkan konsol dari pihak ketiga. Tapi konsol tersebut ternyata tidak mampu memuaskan penggemar perangkat Apple. Jika rumor ini benar, akan sejalan dengan rencana Apple menghadirkan perangkat untuk ruang keluarga, yaitu penggabungan iPad, Apple TV, dan teknologi streaming. Dengan tambahan game controller, solusi di atas akan semakin sempurna. Namun, kehadiran game controller ini dikhawatirkan akan menggerus pasar yang selama ini sudah menyukai perangkat mobile Apple dengan layar sentuh-nya.